KaryaSeni Rupa Dua Dimensi. Menurut Rondhi (2002: 13), karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya mempunyai ukuran panjang dan lebar atau karya yang hanya bisa dilihat dari satu arah pandang. Contoh karya seni rupa dua dimensi antara lain lukisan, gambar ilustrasi, sketsa, grafis, poster, dan berbagai karya desain grafis
A Ragam Jenis Karya Seni Rupa Dua Dimensi Berdasarkan bahannya, kita mengenal karya seni kriya kulit, kriya logam, kriya kayu, dan sebagainya. Adapun pengkategorian berdasarkan tekniknya, kita mengenal jenis karya seni batik, seni ukir, seni pahat, kriya anyam, dan sebagainya. Pengkategorian jenis karya seni rupa berdasarkan waktu perkembangannya, kita dapat mengelompokkan ke dalam karya seni
TariSerampang Dua Belas; Pengertian Menggambar; Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi; Penilaian setiap individu juga berbeda satu sama lain karena pada dasarnya setiap individu memiliki karakter yang beda antara satu dengan yang lainnya, sehingga hal yang disukai maupun yang dinilai juga berbeda. Jika menurut apresiator yang pertama karya tersebut
BahasaRupa dua dimensi dinamis modern, di antaranya: film, sinetron, iklan bergerak bergerak di layar, dan karya-karya sejenis lainnya. g. Bahasa Rupa tiga dimensi statis modern, di antaranya: patung-patung modern Barat dan bidang karya seni rupa berupa gambar, ada obyek binatang sapi, maka wimba gambar tersebut adalah sapi. b. Cara Wimba
KaryaSeni Karya Seni Tekhnjik) karya Seni. Berkarya Seni. rupa 2D Rupa 2D Rupa 2D Rupa 2D. f Tujuan Pembelajaran ini, kamu diharapkan dapat. mengapresiasikan dan berkreasi seni rupa dengan. cara sebagai berikut. 1. Mengidentifikasi jenis, fungsi, dan nilai estetis dalam karya seni. rupa dua dimensi.
Sepertiyang telah diketahui, berdasarkan dimensinya, karya seni rupa dibagi dua yaitu, karya seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi. Karya seni rupa 2 dimensi merupakan karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar, atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang.
. - Seni rupa dua dimensi merupakan bentuk karya seni rupa yang digambar di atas permukaan datar serta memiliki ukuran panjang dan lebar tertentu. Biasanya karya seni rupa dua dimensi digambar di atas kanvas, kertas, papan kayu atau area datar lainnya. Contoh karya seni rupa dua dimensi yang paling mudah ditemui adalah lukisan. Selain itu, masih ada contoh lainnya dari karya seni rupa dua dimesi. Apa sajakah itu?Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, berikut adalah penjelasan dan contoh karya seni rupa dua dimensi Seni gambar Ragam karya seni gambar membutuhkan area datar untuk melakukannya. Contohnya adalah kertas, ataupun area datar yang bisa digunakan untuk menggambar contohnya adalah spidol atau pensil. Contoh seni gambar adalah menggambar sketsa wajah orang. Seni lukis SHUTTERSTOCK / Sony Herdiana Seorang penjual lukisan dan pembeli di Pasar Seni Sukawati, Bali. Sama seperti seni gambar, seni lukis juga dilakukan di atas area yang datar. Misalnya kertas, kanvas, dan area datar lainnya. Perbedaan antara seni gambar dengan seni lukis terletak pada alat yang digunakan. Jika seni gambar dilakukan dengan pensil atau spidol, seni lukis dilakukan dengan cat air, pisau palet, dan alat lainnya. Contoh seni lukis adalah lukisan Mona Lisa karya seniman Leonardo da Vinci serta lukisan Starry Night karya seniman Van Gogh.
xii. Kegiatan Belajar 1 KARYA SENI RUPA DUA DIMENSI A. MENGGAMBAR 1. Gambar Bentuk Menggambar bentuk adalah kegiatan menggambar dengan meniru kemiripan bentuk benda model yang disimpan di depan penggambar. Bagi anak SD kemiripan tidak selalu harus seperti memotret, tetapi yang penting adalah bagaimana anak-anak bisa mengekspresikan ide/gagasan tentang bentuk benda yang diamatinya itu. Mungkin terjadi penyimpangan bentuk yang tidak sesuai dengan model yang digambarnya itu bukan suatu kesalahan. Dianjurkan guru sebelum menentukan kebijakan dalam mengkritisi atau menilai gambar buatan anak sebaiknya mempelajari dahulu perkembangan gambar anak dari berbagai jenjang usia. Pemilihan objek yang akan digambar harus terprogram secara sistematis pertama, benda yang digambar harus memiliki daya tarik bagi siswa, bentuknya dimulai dari bentuk yang sederhana seperti benda geometris sampai benda yang bentuknya yang komplek seperti rumah, sepeda, mobil dsb. Bahan dan alat yang diperlukan kertas gambar, benda/model yang akan digambar, pinsil hitam/pinsil warna/ballpoint/spidol, dsb. Prosedur pengerjaan Tempatkan benda/model yang akan digambar di tengah anak-anak yang akan menggambar, sehingga memungkinkan setiap siswa melihat model dengan jelas atau tidak terhalang. Anak-anak menggambar benda dengan mencontoh langsung benda yang dijadikan modelnya sesuai posisi mereka. Penyelesaian akhir gambar bisa hanya hitam putih, hanya dengan pinsil saja, dengan ballpoint, atau mungkin dengan pinsil warna. Anjurkan anak harus sering melihat objek gambar dan mengamatinya secara seksama, dan selalu dibimbing oleh guru. 1 xii. 2. Gambar Ilustrasi Peran gambar ilustrasi ialah untuk menjelaskan sesuatu, artinya dengan dibantu atau dilengkapi gambar ilustrasi memudahkan seseorang untuk menafsirkan konsep tertentu. Hal ini sejalan dengan pendapat di bawah ini Ilustrasi berasal dari bahasa Latin “illustrate”, yang berarti menerangi atau menghias. Kata yang bersumber dari bahasa Latin ini dapat pula berarti penghias atau pendukung dalam membantu proses pemahaman terhadap suatu objek. Dalam Seni Rupa, gambar ilustrasi dapat berarti gambar yang menghias dan membantu pemahaman terhadap sesuatu,… Kata ilustrasi dapat pula dipakai dalam seni Musik atau Seni Drama, yang berarti musik yang menghiasi atau membantu pemahaman terhadap sesuatu. Soegiarty, Tity, 2005 141 2 xii. Menggambar ilustrasi adalah kegiatan menggambar dengan tujuan untuk melengkapi suatu cerita, teks, atau sebagai penjelasan visual dari suatu bagian tulisan, atau ada pula karya ilustrasi berdiri sendiri tanpa disertai tulisan. Tulisan yang dimaksudkan bisa berupa cerita fiksi ataupun non fiksi pelajaran, ilmu pengetahuan. Bahan dan alat yang diperlukan kertas gambar, pinsil hitam, pinsil berwarna, spidol warna, tinta, cat air, kuas cat air. Prosedur pelaksanaan. Membuat rancangan gambar sesuai dengan tema. Misalnya kegiatan yang berhubungan dengan pelajaran. Rancangan dibuat dengan pinsil hitam pada kertas gambar. Penyelesaian akhir gambar seperti pada gambar bentuk atau gambar dekorasi. Gambar cukup hitam putih, menggunakan pinsil hitam atau tinta, dapat juga diselesaikan dengan menggunakan warna. Warna dapat diambil dari pinsil warna, spidol warna, atau cat air. 3. Gambar Model Menggambar model tidak jauh berbeda dengan menggambar bentuk. Perbedaannya hanya terletak pada objek benda yang digambar. Bila dalam menggambar bentuk kita kenal benda yang digambar adalah alam benda atau benda mati, sedangkan dalam kegiatan menggambar model benda yang digambar adalah makhluk hidup. Makhluk hidup bisa manusia atau binatang. Dianjurkan dalam belajar menggambar model objek benda yang digambar selalu ada di depan penggambar. Hal ini dimaksudkan agar bentuk benda yang digambar tidak menyimpang dari bentuk aslinya. Dalam tahapan belajar menggambar model dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya Pertama. belajar menggambar model dengan cara global, artinya, menggambar model dengan menggambar bentuk keseluruhan dari benda dengan tidak memperhatikan bentuk bagian. Kedua, dapat juga dilakukan dengan latihan menggambar bagian dari model yang dihadapi penggambar. Misalnya diawali dengan latihan menggambar tangan, kaki, 3 xii. kepala dan sebagainya, dilakukan secara bertahap. Ketiga, dapat juga dilakukan dengan cara mempelajari secara cermat tentang model yang akan digambar. Diawali dengan mengamati bentuk keseluruhan, proporsi atau perbandingan bagian anggota tubuh model, ciri-ciri atau karakteristik model. Cara-cara tersebut di atas dapat ditempuh oleh siapapun dalam berlatih menggambar model. Namun, harus selalu diingat cara mana yang akan dilakukan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan atau usia peserta didik. Sebagai contoh, tidak ada salahnya bila siswa sekolah dasar diajak untuk belajar menggambar model, tetapi harus diingat tahapan kemampuan menggambar model siswa sesuai usianya. Karakter gambar model siswa sekolah dasar kelas tinggi atau kelas rendah tentu berbeda. 4. Gambar Ekspresi Setiap manusia memiliki berbagai reaksi manakala merespon sesuatu yang dihadapinya. Sesuatu yang sudah menyita perhatian seseorang akan memancing 4 xii. respon balik berupa tanggapan, seperti merasakan kesedihan, kegembiraan, keharuan, kebingungan. Respon balik yang terjadi dapat berupa sikap fisik manusia sendiri yang tampak seperti tertawa, marah, menangis, mengacungkan jempol, tepuk tangan dan sebagainya. Bagi kelompok tertentu respon balik ini bisa berbentuk ungkapan kreatif dalam bentuk karya seni diantaranya lewat coretan garis atau menggambar. Gambar seperti ini disebut gambar ekspresi. “Ekspresi dipergunakan untuk menyebutkan reaksi-reaksi emosional yang langsung, namun bentuk-bentuk yang dicapai melalui aturan–aturan yang ketat pun merupakan suatu cara berekspresi” Herbert Read dalam Soedarso SP., 20005 Kegiatan menggambar ekspresif lebih mengutamakan pengungkapan emosi yang dicurahkan dalam bentuk karya gambar. Dalam karya gambar ekspresif mengabaikan kemiripan akan objek yang digambar, tetapi lebih mengutamakan perasaan, keinginan pribadi penggambar yang bukan mustahil menghasilkan gambar yang kreatif sesuai dengan keinginannya. Dalam berkarya seniman atau penggambar termasuk anak tidak dibatasi oleh suatu teknis yang baku. Yang jelas karya ekspresi akan mewakili perasaan seniman atau anak untuk menanggapi sesuatu sesuai keinginan pribadinya. “ Karya Ekspresionistik dalam seni merefleksi secara emosional terhadap realitas tau kenyataan. Imej atau gambaran secara visual biasanya merupakan rekaman simbolik dari perasaan sang artis atau seniman berupaya menyatakan secara langsung dan penuh makna. Terkadang schok, sentimental atau romantik adalah gaya mengekspresikan realitas perasaan pribadi kita tentang alam dan kondisi manusia.” Laura Chapman, 1978 41 Anak kelas rendah termasuk anak usia TK cenderung lebih menyukai gambar ekspresif. Mereka menggambar dengan tidak menghiraukan kemiripan, harmoni, proporsi dan sebagainya. Cenderung dalam gambar terjadi distorsi, perubahan, pewarnaan yang bebas, penggubahan bentuk yang tidak menjadi penghambat dalam berkarya. Malahan bila diamati dari sudut pandang lain, justru menjadi ciri yang menarik dari gambar anak. Mereka melepaskan diri dari unsur kasat mata, mereka bebas berkarya. 5 xii. Sejalan dengan pendapat Van Gelder dan Van Praag yang mengatakan sebagai berikut Eksrpesi kerupaan yang kepenghayatan kepribadian sendirinya berdominasi di atas kepenghayatan berdasarkan keterlihatan nyata, kita beri nama ekspresionistis. Arahan kepenghayatan inilah yang menjadi landasan ideoplastik. Bagi pemilihan media kerupaan tidaklah penting, apakah bentuk nyata yang tergambar itu bias dikenali kembali, melainkan hanya apakah kepenghayatan ke-akuan tercapai. Gelder, 1990 52 5. Gambar Dekoratif Menggambar dekoratif ialah kegiatan menggambar hiasan ornamen pada kertas gambar, atau pada benda tertentu. Sifat dekoratif pada gambar menunjukkan fungsi gambar sebagai hiasan motif hias. Bahan dan alat yang diperlukan kertas gambar, pewarna, kuas, pinsil hitam/pinsil warna/spidol. Bentuk gambar diantaranya geometris, stilasi, deformasi, atau bentuk realistis. 6 xii. Prosedur pelaksanaannya Buat rancangan atau gambar berupa motif hias/ornamen pada kertas yang sudah disediakan atau benda 3 dimensi tertentu. Motif hias bisa berupa stilasi dari alam fauna, flora, alam benda, abstrak, atau geometris. Penyelesaian akhir gambar seperti pada gambar bentuk, hanya hitam putih saja, atau berwarna. Warna-warna yang digunakan bisa diambil dari pewarna buatan, atau pewarna alam. B. MENCETAK Karya gambar yang akan disajikan dalam modul ini meliputi; 1. Cetak Penampang Bahan dan alat yang diperlukan kertas, pewarna, pelepah daun, buah, daun-daunan, umbi-umbian, belimbing atau umbi dan buah yang memiliki penampang menarik, pisau, alas pewarna, spon/busa, kapas, dan koran bekas. Proses pengerjaannya 7 xii. Pilihlah penampang apa yang akan dijadikan acuan cetaknya pelepah daun atau buah-buahan. Pelepah daun yang sering dijadikan acuan cetak adalah pelepah daun pisang, pelepah daun talas, pelepah daun pepaya. Buah belimbing dapat pula dijadikan sebagai acuan cetak. Potonglah penampang bahan acuan cetak itu dengan pisau. Arah potongan bebas. Usahakan agar permukaan potongan rata. Kerataan permukaan potongan sangat menentukan hasil cetakannya. Siapkan pewarna. Pewarna yang disiapkan bergantung dari keadaan bahan acuan cetaknya. Bila acuan cetaknya masih mengeluarkan getah/cairan, cukup disediakan serbuk pewarna saja. Pewarna akan menjadi cair setelah bersatu dengan cairan acuan cetak. Akan tetapi bila acuan cetaknya tidak mengeluarkan cairan, kita perlu menyediakan pewarna yang sudah dicampur dengan air. Pewarna serbuk, cukup disebarkan pada alas warna yang bentuknya datar dan rata misalnya kaca, formica, lembaran plastik, piring. Penampang acuan cetak yang mengandung cairan digosok-gosokan pada serbuk warna yang ditaburkan di alas hingga rata, maka terjadilah warna yang siap pakai. Pewarna cair dapat dipulaskan pada busa/spon, atau pada kapas. Mencetakkan acuan cetak. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ikutilah petunjuk ini. 1. Penampang acuan cetak yang masih basah tekankan pada pewarna yang ada pada alas warna tadi. 2. Selanjutnya tempelkan sambil ditekan acuan cetak tersebut pada kertas yang sudah diletakkan di atas koran. 3. Kemudian angkat acuan cetaknya. Gambar acuan cetak akan tertera pada kertas. Untuk membuat bentuk/gambar yang sama, lakukan kegiatan seperti yang dilakukan sebelumnya beberapa kali bergantung kebutuhan pada kertas yang sama atau yang lain. Acuan cetak yang sudah kering tidak mengeluarkan cairan, pengisian warnanya harus dengan cara menempelkan acuan cetak tersebut pada spon/busa, atau kapas yang sudah diisi pewarna. Pencetakannya sama seperti pada 8 xii. pencetakkan acauan cetak sebelumnya. Demikian pula 9 pengulangan pencetakkannya. Perlu diperhatikan agar pewarna yang menempel pada acuan cetak tidak berlebihan, tidak pula kekurangan. Bila hal ini terjadi, hasil cetakannya tidak akan memuaskan. Proses pencetakkan daun-daunan dilakukan sebagai berikut Pilihlah bentuk daun yang menarik serta ukurannya tidak terlalu lebar. Siapkan pewarna pada alas warna seperti pada cetak penampang. Usahakan agar keadaan pewarna pada alas merata keadaannya, serta tidak terlalu encer. Tempelkan permukaan daun tadi serata mungkin pada alas pewarna. Selanjutnya permukaan daun yang sudah berwarna tadi tempelkan pada kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Gosoklah permukaan daun itu dengan hati-hati. Agar aman dan leluasa menggosok, simpanlah kertas di atas permukaan daun tersebut. Bila mencetakkannya sempurna, bentuk daun serta warna yang dipilih akan tergambarkan pada kertas. 2. Cetak Umbi-umbian Pada cetak umbi-umbian, kita harus membuat acuan cetak terlebih dahulu. Umbi-umbian yang biasa digunakan untuk acuan cetak diantaranya adalah ubi jalar, kentang, talas, wortel, ketela pohon. Proses kerjanya sebagai berikut Potonglah umbi yang sudah dipilih untuk acuan cetak serata mungkin. Buatlah gambar/bentuk pada permukaan potongan yang rata tadi. Selanjutnya hilangkan atau rendahkan bagian permukaan yang nantinya tidak akan memindahkan gambar/bentuk dengan jalan mengerat atau menorehnya. Siapkan pewarna sebelum melakukan pencetakkan. Namun sebaiknya lihat kembali proses pencetakan penampang yang basah dan yang kering. Pada cetak umbi-umbian-pun berlaku hal seperti itu, karena ternyata ada umbi- xii. 1 0 umbian yang masih mengandung cairan dan sebaliknya. Oleh sebab itu untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang masih basah, gunakan serbuk warna. Sedangkan untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang sudah kering, pewarna harus dicampur dahulu dengan air. Sekali lagi tata cara pencetakkannya lihat proses cetak penampang. Perlu diperhatikan agar pada proses cetak ini penampang, daun-daunan, dan umbi-umbian, digunakan alas yang agak empuk. Alas yang keras kurang baik hasilnya. 3. Cetak sablon Alat dan bahan yang dibutuhkan pisau, cutter, gunting, kuas, kapas, spon/busa, sisir, sikat gigi, kertas, pewarna, koran bekas, dan tempat pewarna. Proses pengerjaannya Membuat acuan cetak dari kertas buatlah gambar/bentuk untuk acuan cetaknya. Torehlah kontur/pinggir gambar tadi sampai tembus. Acuan cetak ini dapat pula dengan cara mengambil daun-daunan yang memiliki bentuk menarik dan ukuran yang sesuai dengan ukuran bidang gambar. Siapkan pewarna. Buatlah campuran warna pada tempat yang disediakan. Pewarna pada proses sablon ini sama dengan pewarna yang digunakan pada proses cetak sebelumnya. Kita dapat menggunakan cat air, ontan/sepuhan, pewarna kue cair, atau pewarna alam yang sudah disebutkan sebelumnya. Letakkan acuan cetak di atas kertas yang masih utuh. Acuan cetak harus menempel serapat-rapatnya agar tidak terjadi kebocoran pada saat pemulasan/pencetakkan. Sebaiknya kertas tersebut dialasi kertas koran. Ambil kuas, celupkan ke pewarna, selanjutnya pulaskan pada acuan yang ditoreh tadi. Bila pewarnaan menggunakan kapas atau spon yang dicelupkan pada pewarna, tentu saja tidak dipulaskan seperti kuas namun kapas atau spon itu ditekan-tekankan pada lubang acuan cetaknya. xii. 1 1 Cara sederhana lainnya kita gunakan sikat gigi dan sisir untuk memberi warna hasil cetakan. Dengan menggosokkan sikat gigi yang terlebih dahulu dicelupkan ke pewarna pada sisir, akan terjadi cipratan pewarna yang akan melalui lubanglubang acuan cetaknya. Hasil cetak berwarna pada proses ini dapat diatur pada saat memulaskan atau menyemprotkan pewarna. Bidang mana serta warna apa yang dipilih bergantung pada pilihan masing-masing. 4. Monoprint Alat dan bahan yang diperlukan rol karet, pewarna, alas pewarna kaca, permukaan benda yang rata dan licin, dan kertas. Prosedur pengerjaan Siapkan pewarna. Pewarna pada proses monoprint biasanya lebih kental dan agak lengket bila dibanding dengan pewarna yang digunakan pada proses cetak lainnya. Pewarna yang berbentuk serbuk ontan/sepuhan ditaburkan di atas alas pewarna yang permukaannya datar dan ukurannya cukup lebar, campurkan sedikit air dan tambahkan glycerine beberapa tetes diaduk dengan rol karet/plastik digelindingkan hingga rata. Siapkan pula rol karet/plastik sederhana bisa dibuat dari bahan yang sederhana pula. Caranya sebagai berikut siapkan slang plastik yang berdiameter ¾ inchi sepanjang 15 cm, isi bagian dalam slang itu dengan kayu yang bulat lubangi masing-masing ujung kayu itu ditengahnya setelah sebelumnya dirapikan dahulu potongannya, gunakan kawat jemuran yang agak besar untuk as dan sekaligus pegangan rol tersebut. Setelah keadaan pewarna cukup merata pada alasnya, simpan kertas kosong di atasnya. Jangan ditekan. Gambari kertas tersebut dengan benda yang agak runcing, pinsil, ballpoint, atau yang lainnya. Tekanan benda tadi akan mengakibatkan warna yang ada pada alas pewarna akan berpindah menempel pada kertas. Gambar yang terjadi akan terbalik keadaannya. xii. 1 2 C. M3 MELIPAT, MENGGUNTING, MENEMPEL 1. Kolase Bahan dan alat yang diperlukan kertas gambar, kertas warna, kertas limbah, bahan alam, potongan kain, lem, pinsil, gunting, atau/dan cutter. Prosedur pengerjaan Buatlah rancangan/gambar yang akan diselesaikan dengan kolase pada kertas gambar yang disediakan. Jiplakkan bentuk/gambar pada warna sesuai pilihan, potong/gunting secermat mungkin. Kemudian tempelkan bentuk/gambar tersebut menggunakan lem pada tempat yang sudah dirancang tadi. Warna yang digunakan dapat diambil dari kertas warna, potongan kain, limbah percetakan, limbah alam daun, kulit pohon dan sebagainya. 2. Montase Bahan dan alat yang diperlukan gambar dari majalah/koran/kalender bekas, atau reproduksi potret, gunting, cutter, lem. Prosedur pengerjaan Potonglah gambar-gambar atau reproduksi potret dari majalah, poster, kalender atau lainnya mengikuti kontur gambar/potret tersebut. Gambar yang dipotong mungkin hanya bagian tertentu saja. Susunlah hasil guntingan tadi berdasarkan kreasi masing-masing, pada kertas gambar yang sudah disediakan. Susunan gambar tadi akan menghasilkan suatu susunan bentuk yang baru, dan kadang-kadang aneh, lucu, dan fantastik. Penyusunannya menggunakan lem. Untuk memberikan kesan gambar yang artistik dan fantastik, gambar montase ini bisa dilengkapi dengan goresan spidol warna, atau pulasan cat air pada bagian tertentu yang dianggap perlu. 3. Mozaik xii. 1 3 Bahan pokok yang dapat dimanfaatkan untuk membuat mosaik ini sangat beragam. Bahan tersebut misalnya potongan kertas, lempengan kayu, kaca, potongan keramik, marmer, biji-bijian, batu-batuan. Alat yang digunakan untuk mengerjakan bahan tersebut disesuaikan dengan jenis bahan yang akan ditempelkan, misalnya triplekss atau karton sebagai bidang dasar, pensil untuk merancang pola gambar, lem kertas, aibon, lem putih/kayu, cutter pisau. Prosedur pengerjaan Buat rancangan, gambar pada kertas yang disediakan. Sediakan bahan yang akan ditempelkan. Tempelkanlah bahan-bahan yang sudah disediakan itu pada tempat yang sudah dirancang. Perlu diingat bahwa ukuran dari bahan yang ditempelkan umumnya sama. Pada satu hasil karya mosaik, mungkin saja ada beberapa kelompok ukuran. Proses pengerjaannya Pilihlah penampang apa yang akan dijadikan acuan cetaknya pelepah daun atau buah-buahan. Pelepah daun yang sering dijadikan acuan cetak adalah pelepah daun pisang, pelepah daun talas, pelepah daun pepaya. Buah belimbing dapat pula dijadikan sebagai acuan cetak. Potonglah penampang bahan acuan cetak itu dengan pisau, cutter atau silet. Arah potongan bebas. Usahakan agar permukaan potongan rata. Kerataan permukaan potongan sangat menentukan hasil cetakannya. Siapkan pewarna. Pewarna yang disiapkan bergantung dari keadaan bahan acuan cetaknya. Bila acuan cetaknya masih mengeluarkan getah/cairan, cukup disediakan serbuk pewarna saja. Pewarna akan menjadi cair setelah bersatu dengan cairan acuan cetak. Akan tetapi bila acuan cetaknya tidak mengeluarkan cairan, kita perlu menyediakan pewarna yang sudah dicampur dengan serbuk, cukup disebarkan pada alas warna yang bentuknya datar dan rata misalnya kaca, formica, lembaran plastik, piring. Penampang acuan cetak yang mengandung cairan digosok-gosokan xii. 1 4 pada serbuk warna yang ditaburkan di alas hingga rata, maka terjadilah warna yang siap pakai. Pewarna cair dapat dipulaskan pada busa/spon, atau pada kapas. Mencetakkan acuan cetak. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ikutilah petunjuk ini. Penampang acuan cetak yang masih basah tekankan pada pewarna yang ada pada alas warna tadi. Selanjutnya tempelkan sambil ditekan acuan cetak tersebut pada kertas yang sudah diletakkan di atas koran. Kemudian angkat acuan cetaknya. Gambar acuan cetak akan tertera pada kertas. Untuk membuat bentuk/gambar yang sama, lakukan kegiatan seperti yang dilakukan sebelumnya beberapa kali bergantung kebutuhan pada kertas yang sama atau yang lain. Acuan cetak yang sudah kering tidak mengeluarkan cairan, pengisian warnanya harus dengan cara menempelkan acuan cetak tersebut pada spon/busa, atau kapas yang sudah diisi pewarna. Pencetakannya sama seperti pada pencetakkan acauan cetak sebelumnya. Demikian pula pengulangan pencetakkannya. Perlu diperhatikan agar pewarna yang menempel pada acuan cetak tidak berlebihan, tidak pula kekurangan. Bila hal ini terjadi, hasil cetakannya tidak akan memuaskan. Proses pencetakkan daun-daunan dilakukan sebagai berikut Pilihlah bentuk daun yang menarik serta ukurannya tidak terlalu lebar. Siapkan pewarna pada alas warna seperti pada cetak penampang. Usahakan agar keadaan pewarna pada alas merata keadaannya, serta tidak terlalu encer. Tempelkan permukaan daun tadi serata mungkin pada alas pewarna. Selanjutnya permukaan daun yang sudah berwarna tadi tempelkan pada kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Gosoklah permukaan daun itu xii. 1 5 dengan hati-hati. Agar aman dan leluasa menggosok, simpanlah kertas di atas permukaan daun tersebut. Bila mencetakkannya sempurna, bentuk daun serta warna yang dipilih akan tergambarkan pada kertas. Pada cetak umbi-umbian, kita harus membuat acuan cetak terlebih dahulu. Umbi-umbian yang biasa digunakan untuk acuan cetak diantaranya adalah ubi jalar, kentang, talas, wortel, ketela pohon. Proses kerjanya sebagai berikut Potonglah umbi yang sudah dipilih untuk acuan cetak serata mungkin. Buatlah gambar/bentuk pada permukaan potongan yang rata tadi. Selanjutnya hilangkan atau rendahkan bagian permukaan yang nantinya tidak akan memindahkan gambar/bentuk dengan jalan mengerat atau menorehnya. Siapkan pewarna sebelum melakukan pencetakkan. Namun sebaiknya lihat kembali proses pencetakan penampang yang basah dan yang kering. Pada cetak umbi-umbian-pun berlaku hal seperti itu, karena ternyata ada umbiumbian yang masih mengandung cairan dan sebaliknya. Oleh sebab itu untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang masih basah, gunakan serbuk warna. Sedangkan untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang sudah kering, pewarna harus dicampur dahulu dengan air. Sekali lagi tata cara pencetakkannya lihat proses cetak penampang. Perlu diperhatikan agar pada proses cetak ini penampang, daun-daunan, dan umbi-umbian, digunakan alas yang agak empuk. Alas yang keras kurang baik hasilnya. RANGKUMAN Kegiatan berkarya seni rupa yang umum dilaksanakan di sekolah dasar adalah menggambar, mencetak dan M3 melipat, menggunting, menempel. Masing masing kegiatan memiliki beberapa kegiatan lainnya sebagai variasi pembelajaran praktek berkarya seni rupa. Karya-karya yang di maksud adalah xii. 1 6 Menggambar, terdiri dari a Gambar Ilustrasi, b Gambar Model, d , Gambar Ekspresi dan c Mengambar Dekoratif. Mencetak, terdiri dari a Cetak Penampang, b Cetak Umbi-umbian, c Cetak sablon dan d Monoprint M3 Melipat, Menggunting, Menempel, terdiri dari a Kolase, b Montase dan c Mozaik Test Formatif 1 Pilih satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan 1. Kegiatan menggambar dengan meniru kemiripan bentuk benda model yang disimpan di depan penggambar adalah menggambar…… a. bentuk c. ekspresi b. model d. ilustrasi 2. Peran gambar ini ialah untuk menjelaskan sesuatu, artinya dengan dibantu atau dilengkapi gambar ini memudahkan seseorang untuk menafsirkan konsep tertentu. Jenis gambar yang dimaksud adalah gambar …….. a. bentuk c. ekspresi b. model d. ilustrasi 3. Kegiatan menggambar manusia atau binatang, maka kegiatan ini disebut kegiatan menggambar…………… a. bentuk c. ekspresi b. model d. ilustrasi 4. Kegiatan menggambar yang lebih mengutamakan pengungkapan emosi yang dicurahkan dalam bentuk karya gambar adalah kegiatan menggambar…….. a. bentuk c. ekspresi b. model d. ilustrasi 5. Kegiatan menggambar hiasan ornamen pada kertas gambar, atau pada benda tertentu adalah kegiatan menggambar…… a. bentuk c. dekorasi b. model d. ilustrasi 6. Kegiatan mencetak dengan menggunakan ubi jalar, kentang, talas, wortel, ketela pohon sebagai acuan cetaknya adalah a. cetak umbi-umbian c. cetak penampang b. monoprint d. cetak sablon 7. Bahan dan alat yang diperlukan kertas, pewarna, pelepah daun, buah, daundaunan, umbi-umbian, belimbing atau umbi dan buah yang memiliki permukaan potongan yang menarik, pisau, alas pewarna, spon/busa, kapas, dan koran bekas digunakan pada kegiatan ………… xii. 1 7 a. cetak umbi-umbian c. cetak penampang b. monoprint d. cetak sablon 8. Teknik cetak dengan merintangi bidang gambar termasuk teknik…. a. cetak umbi-umbian c. cetak penampang b. monoprint d. cetak sablon 9. Kegiatan berkarya seni rupa M3 menggunting, melipat dan menempel yang umum dilakukan pada pembelajaran seni rupa di Sekolah Dasar adalah….. a. Mozaik, Kolase, Origami c. Mozaik, Kolase, Montase b. Montase, Kolase, Origami d. Mozaik, Kolase, Monoprint 10. Potonglah gambar-gambar atau reproduksi potret dari majalah, poster, kalender atau lainnya mengikuti kontur gambar/potret tersebut. Susunlah hasil guntingan tadi berdasarkan kreasi masing-masing, pada kertas gambar yang sudah disediakan. Kegiatan berkarya seni ini adalah kegiatan berkarya seni….. a. Mozaik c. Kolase b. Montase d. Monoprint Untuk melihat kemampuan Anda, coba cocokan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada akhir Bahan Belajar Mandiri ini. Kemudian hitunglah jawaban Anda yang benar dan gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap Materi Kegiatan Pembelajaran ini. Rumus Tingkat penguasaan= Jumlah Jawaban Anda yang benar x 100% 10 Arti tingkat penguasan yang Anda capai 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Catatan Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Pembelajaran selanjutnya, tetapi bila tingkat penguasan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar ini, terutama bagian yang belum Anda kuasai.
Sejak dahulu karya seni telah direproduksi selama puluhan tahun. Reproduksi karya seni pertama kali terjadi pada Abad Pertengahan dan berkembang di abad ke-19 dengan munculnya fotografi dan teknik litografi. Reproduksi karya seni pada jenis ini termasuk foto, cetakan, litograf, dan reproduksi patung. Reproduksi seni merupakan duplikat atau hasil ulang dari karya seni yang asli, karena penggandaannya itulah maka karya duplikat tersebut dinilai tidak terlalu mahal dan dapat diperlukan orang bagi yang ingin memiliki dan atau mengoleksinya. Alat cetak cukil kayu Macam jenis reproduksi seni a. Cetakan Selama puluhan tahun, seniman menggunakan cetakan dari pekerjaan mereka untuk meningkatkan keuntungan dalam memproduksi suatu karya. Selain itu merepro merupakan cara mudah untuk lebih terjangkau publik. Teknik cetak yang saat ini paling banyak digunakan adalah untuk mereproduksi lukisan terkenal. b. Litografi Litografi adalah sebuah teknik pencetakan yang ditemukan pada tahun 1798. Desain digambar dengan kapur berminyak pada sebuah lempengan batu tebal. Selanjutnya batu ditutupi dengan air dan tinta. Tinta melekat pada daerah menorehkan tetapi bukan daerah tertutup oleh air. Akhirnya, kertas diterapkan untuk lempengan, memindahkan gambar bertinta pada kertas. Mereka menggunakan teknik ini karena ingin membuat beberapa salinan dari pekerjaan mereka. Seniman terkenal seperti Goya, Daumier, dan Manet menggunakan teknik ini untuk menghasilkan beberapa karya seni mereka. Namun, cara ini tidak dapat digunakan untuk mereproduksi lukisan ataupun gambar. c. Patung Karya patung dan relief dapat direproduksi dengan menggunakan gips plaster of Paris. Penggunaan teknik ini untuk membuat duplikat patung/relief semirip mungkin dengan aslinya. Langkah pertama dalam proses ini adalah penyiapan bahan dan alat, melapisi model patung/relief menggunakan minyak untuk memudahkan membuka sehingga dapat meminimalisir kerusakan pada patung atau relief aslinya. Tempat koleksi karya repro ini ada di museum Victoria dan Albert di London. Kedua museum tersebut memiliki koleksi reproduksi patung terkenal, seperti Michelangelo Daud, yang disuguhkan dalam pameran permanen. d. Fotografi Dalam fotografi ada cara lain mereproduksi gambar dan lukisan dengan teknik yang baik. Dengan munculnya fotografi pada abad ke-19, seni litografi lambat laun menjadi menurun popularitasnya dalam seni cetak. Seniman Charles Ebbets pada tahun 1932, mencoba menangkap sebelas orang pada saat istirahat makan siang, duduk di sebuah balok baja, selama pembangunan Rockefeller Center. Kemudian gambar ini direproduksi berkali-kali dengan teknik fotografi dan pencetakan. Hal ini juga menginspirasi karya seni lainnya, seperti pada kehidupan dan ukuran patung. Sumber Buku SMK kelas xi semester 1 / cetak patung teknik tunggal
- Seni rupa termasuk salah satu jenis kesenian, dan merupakan wujud pengungkapan perasaan melalui suatu media tertentu yang melibatkan prinsip-prinsip seni di dalamnya. Catatan Winna Mardani dan Ary Trisna dalam Modul Seni 11 terbitan Kemdikbud 20201 menjelaskan bahwa ada 2 jenis karya seni rupa berdasarkan dimensinya. Keduanya ialah seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi. Seni rupa 2 dimensi mencakup seluruh karya seni yang dituangkan melalui visualisasi gambar biasanya di bidang datar. Karena wujudnya gambar, seni rupa 2 dimensi hanya memiliki dimensi panjang dan lebar. Berbeda dengan seni rupa 3 dimensi yang punya dimensi tinggi dan ketebalan. Contoh seni rupa 2 dimensi adalah gambar, lukisan, seni grafis, sampai desain komunikasi visual desain grafis. Dalam pembuatan seni rupa 2 dimensi, seniman pembuat karya seni biasanya berpedoman kepada aliran/gaya tertentu. 14 Aliran Seni Rupa Dua Dimensi Penjelasan Gambar & Tokohnya Berdasarkan tulisan Fajar Lumban dan Ary Trisna dalam Seni Budaya C M-4 202014-21, setidaknya terdapat 14 aliran seni rupa dua dimensi yang selama ini berkembang. Berikut ini daftar aliran seni rupa dua dimensi beserta penjelasan terkait bentuk gambar dan para tokohnya yang sebagian besar merupakan pelukis, seperti dikutip dari berbagai sumber. 1. Aliran Naturalisme Pada gaya ini, seniman dan perupa melukiskan apa yang benar-benar terjadi di sekitarnya, khususnya tentang keadaan alam. Kita dapat melihat contoh aliran ini dari lukisan ikan yang tengah berenang di kolam, kuda yang sedang memakan rerumputan, dan beberapa gambaran alam Indonesia, sebagian tokoh pelukis aliran naturalisme ialah Basuki Abdullah, Djajeng Asmara, Sugeng Darsono, Dullah, dan Gambir Anom. 2. Aliran Realisme Berbeda dari naturalis, gaya realisme lebih condong menggambarkan kehidupan manusia—bukan hewan. Kita dapat melihat contoh aliran ini ketika ada lukisan yang menyajikan seorang perempuan berbelanja di pasar, demo di depan gedung DPR, dan beberapa aktivitas manusia pelukis dalam aliran realisme seperti Rembrandt van Rijn, Jean Francois Millet, dan Fransisco de Aliran RomantisismeMelalui gaya romantisisme, pedoman yang dipegang teguh oleh seniman adalah ungkapan perasaannya. Dengan kata lain, ada sebuah gaya yang mengedepankan aspek perasaan ketika manusia menghadapi kenyataan dunia. Contohnya, seperti orang yang tidur di peperangan karena ia merasa tidak perlu melakukannya karena dalam hatinya ia ingin perdamaian.Tokoh pelukis aliran romantisme seperti David Frederich Jerman, Theodore Gericault Prancis, dan John Constable Inggris. 4. Aliran Impersionisme Gaya ini lebih mengutamakan kesan para penikmat seni dibanding pembuat seni rupanya. Oleh karena itu, karya beraliran ini akan memberikan ungkapan yang bisa membuat para penikmatnya merasa tokoh pelukis aliran impresionisme adalah Claude Oscar Monet, Camille Pissarro, Pierre-Auguste Renoir, serta Alfred Sisley. 5. Aliran EkspresionismePada aliran ini, seniman dan perupa menjabarkan perasaannya terhadap dunia, namun tidak melalui sebuah penggambaran yang berwujud sempurna. Mulai dari titik, komposisi, dan segala aspek seninya dinilai untuk melihat apa yang ada di pikiran serta hati tokoh pelukis aliran ekspresionisme adalah Vincent van Gogh, Emil Nolde, Ernst Ludwig Kirchner, Karl Aliran FauvismePembeda seni rupa dua dimensi beraliran ini dari seni rupa lain adalah gaya penggambaran dengan warna melengking serta pembuatan pola permukaan yang cenderung tokoh pelukis aliran fauvisme adalah Maurice de Vlaminck, Andre Derain, dan Henri Matisse. 7. Aliran SuprematismeSeniman dan perupa yang menggunakan gaya ini dalam membuat seni rupa dimensi biasanya menggambarkan bentuk abstrak. Elemen-elemen seni sederhana berupa lingkaran, segi tiga, segi empat, dan lainnya digambarkan serta sulit dijelaskan pelukis pencetus aliran suprematisme avant-garde adalah Kazimir Malevich Rusia. 8. Aliran KubismeSesuatu yang khas pada gaya seni rupa dua dimensi ini adalah penggambaran objek dengan kumpulan persegi bersegi-segi. Kita sebut saja gambar burung, hewan tersebut dilukiskan sebagaimana bentuknya namun dipisahkan oleh pelukis aliran kubisme adalah Juan Gris, Pablo Picasso, Fernand Leger, dan lain-lain. 9. Aliran DadaismeGaya ini diklaim hidup akibat dampak Perang Dunia I PD I. Mereka yang menggunakan aliran ini dalam membuat seni rupa dua dimensi akan menunjukkan rasa anti-seni dan lebih mengarah pada pelukis aliran dadaisme dalah Francis Picabia, Marcel Duchamp, dan Max Ernst. 10. Aliran FuturismeHampir sama dengan kubisme, tapi futurisme tidak mengotak-ngotakkan, melainkan menggambarkan sebuah objek menggunakan garis diagonal. Penggunaan garis tersebut sesuai dengan prinsip futurisme yang melukiskan sebuah kedinamisan gerakan.Tokoh pelopor aliran futurisme adalah Filippo Tommaso Marinetti. 11. Aliran SurealismeDalam aliran ini, bentuk-bentuk objek digambarkan semau orang yang membuatnya. Kita sebut saja gambar bola, namun meski kita tahu benda tersebut adalah bola tapi ternyata bentuknya kotak sesuai keinginan pembuatnya.Tokoh pelukis aliran surealisme adalah Salvador Dali, Joan Miro, dan Andre Masson. 12. Aliran AbstraksionismeHampir sama dengan suprematisme, gaya abstraksionisme lebih mengarah ke bentuk tanpa objek tidak jelas apa yang digambarkan. Hal tersebut diklaim karena ada suaru perasaan di dalam batin seniman ketika tokoh aliran ini ialah Clyfford Still, Mark Rothko, Adolph Gottlieb, Robert Motherwell, dan Piere Soulages. 13. Aliran Rococo RokokoPara seniman atau perupa yang menggunakan gaya ini menekankan aspek desain interior, yang nantinya menjadi panduan arsitektur lukisan, dan patung. Warna yang khas dari jenis aliran ini adalah pastel dan bentuknya penuh tokoh pelukis aliran rococo ialah Jean-Honoré Fragonard, François Boucher, Giovanni Battista Tiepolo, serta lain sebagainya. 14. Aliran Pop ArtAliran ini sebenarnya ingin mengemukakan perlawanan terhadap kejenuhan terhadap seni. Demi menghilangkan kebosanan, pop art menyajikan sindiran, kritik, dan humor-humor tertentu melalui media seni rupa utama aliran Pop Art seperti Andy Warhol AS, Wedha Abdul Rasyid Indonesia, dan lain sebagainya. - Pendidikan Kontributor Yuda PrinadaPenulis Yuda PrinadaEditor Addi M Idhom
Jakarta Contoh gambar 2 dimensi perlu kamu kenali. Gambar 2 dimensi tentunya termasuk dalam jenis karya seni 2 dimensi. Karya seni rupa 2 dimensi ini memiliki beragam contoh, selain gambar, ada juga lukisan, sketsa, kartun, dan lain sebagainya. Seperti yang telah diketahui, berdasarkan dimensinya, karya seni rupa dibagi dua yaitu, karya seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi. Karya seni rupa 2 dimensi merupakan karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar, atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Seni Lukis Adalah Karya Seni Dua Dimensi Berupa Lukisan, Pahami Alirannya Seni Kolase adalah Karya Dua Dimensi dengan Teknik Menempel, Begini Cara Membuatnya 7 Contoh Gambar 3 Dimensi yang Keren, Kenali Serupa Lainnya Contoh gambar 2 dimensi bisa menjadi referensi kamu dalam menggambar. Untuk mewujudkan karya seni rupa dua dimensi ini biasanya digunakan berbagai bahan, medium, dan teknik sesuai objek dan fungsi yang diinginkan. Karya seni rupa dua dimensi memiliki beberapa fungsi, seperti fungsi pakai, fungsi hias, dan fungsi ekspresi. Berikut rangkum dari berbagai sumber, Rabu 10/8/2022 tentang contoh gambar 2 seniman bernama Cristiam Ramos menciptakan karya dengan cara yang tak biasa. Ia menggunakan permen sebagai bahan untuk pensil warna Sumber PIxabaySebelum mengenal contoh gambar 2 dimensi, kamu perlu mengetahui contoh seni rupa 2 dimensi terlebih dahulu. Melansir berikut contoh seni rupa 2 dimensi 1. Gambar Perwujudan gambar lebih menekankan pada unsur garis, bentuk, dan aspek kegunaan, tanpa adanya ekspresi. Contohnya seperti gambar ilustrasi, gambar arsitektur, desain, dekorasi, dan lain-lain. 2. Lukisan Lukisan adalah contoh seni rupa yang mengungkapkan bentuk objektif dengan komposisi dan nilai subjektif melalui ekspresi dan kreativitas. 3. Sketsa Sketsa adalah garis sederhana yang dibuat secara spontan, namun bermakna. Sketsa dapat berupa rencana lukisan atau lukisan bergaya sketsa. 4. Kartun Kartun adalah gambar yang telah dideformasi diubah bentuk dari wujud aslinya sehingga menjadi lucu dan menarik. 5. Karikatur Karikatur adalah sindiran berbentuk kartun yang terfokus pada karakter objek. Meski telah dideformasi, kita dapat mengenali tokohnya karena ciri khasnya. 6. Vinyet Vinyet adalah gambar dekoratif tanpa maksud yang jelas, merupakan kreasi improvisatif pengisian halaman kosong. Contoh Seni Rupa 2 Dimensi7. Siluet Siluet adalah gambar hitam bayangan suatu objek, dengan atau tanpa modifikasi. 8. Cetak Tinggi Cetak tinggi atau cetak timbul adalah cara membuat acuan cetak dengan membentuk gambar timbul pada permukaan media cetak. Media yang sering digunakan dalam penerapan teknik ini adalah menggunakan kayu lapis triplek, metal, harboard, papan kayu, dan karet linoleum. 9. Poster Poster merupakan jenis reklame berupa selembaran kertas yang berisi gambar dan tulisan yang dibuat semenarik mungkin dan ditempatkan dengan cara ditempel ditempat-tempat umum yang strategis. 10. Fotografi Fotografi adalah ragam seni grafis yang pembuatannya melalui proses pemotretan dengan kamera, pencucian film, dan pencetakan gambar foto. 12. Kaligrafi Kaligrafi adalah seni menulis indah dengan cara menggayakan huruf dan tulisan dengan teknik tertentu sehingga terlihat menarik. 13. Desain Komunikasi Visual Desain komunikasi visual adalah nama lain desain grafis yang biasa dibuat dengan menggunakan aplikasi komputer lalu dicetak di atas kertas menggunakan printer. Contoh desain brosur, banner, hingga Gambar 2 DimensiBerikut contoh gambar 2 dimensiContoh Gambar 2 Dimensi Image by Frauke Feind from PixabayContoh Gambar 2 DimensiBerikut contoh gambar 2 dimensiContoh Gambar 2 Dimensi Image by Prawny from PixabayContoh Gambar 2 DimensiBerikut contoh gambar 2 dimensiContoh Gambar 2 Dimensi Image by Piyapong Saydaung from Pixabay Contoh Gambar 2 DimensiBerikut contoh gambar 2 dimensiContoh Gambar 2 Dimensi Image by Victoria_Borodinova from PixabayContoh Gambar 2 DimensiBerikut contoh gambar 2 dimensiContoh Gambar 2 Dimensi Image by Lorenzo Cafaro from PixabayContoh Gambar 2 DimensiBerikut contoh gambar 2 dimensiContoh Gambar 2 Dimensi Image by congerdesign from PixabayContoh Gambar 2 DimensiBerikut contoh gambar 2 dimensiContoh Gambar 2 Dimensi Image by cromaconceptovisual from PixabayUnsur-Unsur Seni Rupa- Garis. Garis merupakan unsur seni rupa berupa jarak antara satu titik dan titik lainnya, bisa lurus atau melengkung. Garis dapat digunakan untuk membuat bentuk dan bidang, serta memberi kesan kedalaman dan struktur. Berdasarkan jenisnya, garis dibedakan menjadi garis lurus, garis melengkung, garis panjang, garis pendek, garis horizontal, garis vertical, garis diagonal, garis putus-putus dan lain-lain. Baik dua dimensi atau tiga dimensi, tidak dapat disangkal bahwa garis memiliki pengaruh besar pada elemen seni lainnya. Garis bisa menjadi sebuah fondasi dari gambar atau lukisan. - Titik. Titik pada dasarnya adalah awal dari "sesuatu" dalam "ketiadaan". Titik memaksa pikiran untuk memikirkan posisinya dan memberikan sesuatu untuk dibangun di atas imajinasi dan ruang. Elemen titik dalam unsur seni rupa biasanya digunakan pada bagian-bagian yang terkecil dalam suatu karya seni rupa. - Bentuk. Saat melukis atau menggambar, seniman membuat bentuk dalam dua dimensi panjang dan lebar. Bentuk merupakan wujud yang terdapat di alam dan terlihat nyata. Bentuk merupakan unsur seni rupa yang dapat digunakan untuk mengontrol cara seniman memandang komposisi. Misalnya, segitiga dapat membantu menarik mata ke titik tertentu, sedangkan lingkaran mewakili kontinuitas. - Tekstur. Tekstur digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana sebenarnya unsur seni rupa menjadi karya tiga dimensi terasa ketika disentuh. Dalam karya dua dimensi, seperti lukisan, ini mungkin merujuk pada "rasa" visual sebuah karya. Seniman menggunakan pengetahuan unsur seni rupa ini untuk mendapatkan respons emosional dari orang-orang yang melihat karyanya. Kasar dan halus adalah dua yang paling umum, tetapi keduanya dapat didefinisikan lebih jauh. - Warna. Warna dikelompokkan menjadi warna primer, warna sekunder, warna tertier, analogus dan komplementer. Warna dapat digunakan secara simbolis atau untuk membuat pola. Ini dapat dipilih untuk kontras atau untuk mengatur suasana tertentu. - Gelap terang. Nilai yang paling terang adalah putih dan nilai paling gelap adalah hitam, dengan perbedaan di antara keduanya ditetapkan sebagai kontras. Bermain dengan gelap terang tidak hanya mengubah bentuk tertentu, tetapi juga memengaruhi mood karya seni. - Bidang. Dalam hasil karya seni rupa dua dimensi, bidang terbentuk karena pertautan garis yang membatasi suatu bentuk. Bidang sendiri memiliki dimensi panjang dan lebar atau biasa disebut dengan pipih. Jika dilihat dari bentuknya, bidang teridiri dari bidang biomorfosis organis, bidang geometris, bidang tak beraturan serta bidang bersudut. Dalam unsur dasar seni rupa, terdapat bidang dasar yakni bidang segiempat, segitiga, lingkaran, trapezium dan sebagainya. - Ruang. Unsur seni rupa ini dapat dimanipulasi berdasarkan bagaimana seorang seniman menempatkan garis, bentuk, bidang, dan warna. Ruang mengacu pada jarak atau area di sekitar, di antara, dan di dalam komponen sebuah karya. Ruang bisa positif atau negatif, terbuka atau tertutup, dangkal atau dalam, dan dua dimensi atau tiga dimensi. Terkadang ruang tidak disajikan secara eksplisit dalam sebuah karya, tetapi ilusi darinya.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
- Karya seni rupa berdasarkan dimensinya dibedakan menjadi dua, yakni seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi. Karya seni dua dimensi terdiri atas dimensi panjang dan lebar sehingga tidak memiliki dimensi ruang, sedangkan karya seni tiga dimensi terdiri atas dimensi, panjang, tinggi, dan lebar sehingga memiliki ruang. Seseorang yang menciptakan sebuah karya akan melalui tahapan tertentu yang disebut dengan proses berkarya. Dilansir dari E-Modul Seni Budaya Kelas X, serangkaian tahapan dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi akan menghasilkan karya seni dua dimensi yang unik dan menarik. Proses Berkarya Dua Dimensi Tahapan dalam berkarya seni rupa dua dimensi ini berbeda antara satu jenis karya dengan jenis karya lainnya mengikuti karakteristik bahan, teknik, alat, dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa berkarya dua dimensi terdiri dari beberapa tahapan sebagaimana dijelaskan dalam E-Modul Seni Budaya Kelas XII berikut ini adalah tahapan proses berkarya 1. Mencari ide atau gagasan berkarya;2. Menemukan ide atau gagasan berkarya;3. Menuangkan ide atau gagasan berkarya ke dalam sketsa;4. Memindahkan sketsa ke atas kanvas;5. Mempresentasikan karya seni. Contoh-contoh Karya Seni Rupa 2 Dimensi Karya seni rupa 2 dimensi terdiri dari banyak jenis. Berikut ini merupakan jenis-jenis karya seni rupa 2 dimensi 1. GambarKarya seni dua dimensi berupa gambar lebih menekankan pada unsur garis, bentuk, dan aspek kegunaan, tanpa adanya ekspresi. Contoh gambar, antara lain gambar ilustrasi, gambar arsitektur, gambar desain, dan gambar dekorasi. 2. LukisanLukisan adalah gambar yang mengungkapkan bentuk objektf dengan komposisi dan nilai subjektif melalui ekspresi dan kreatifitas. 3. SketsaSketsa merupakan karya gambar berupa garis sederhena yang dibuat secara spontan, tetapi bermakna. Sketsa dapat berupa rencana lukisan atau lukisan bergaya sketsa. 4. KartunKartun adalah gambar yang telah dideformasi diubah bentuk dari wujud aslinya sehingga menjadi lucu. 5. KarikaturKarikatur terwujud sindiran yang terfokus pada karakter objek. Meskipun telah dideformasi, kita dapat mengenali tokohnya karena ciri khasnya. 6. VinyetVinyet merupakan gambar dekoratif tanpa maksud yang jelas, merupakan kreasi improvisatif pengisian halaman kosong. 7. SiluetSiluet adalah gambar hitam bayangan suatu objek dengan atau tanpa modifikasi. 8. Cetak TinggiCetak tinggi atau cetak timbul adalah cara membuat acuan cetak dengan membentuk gambar timbul pada permukaan media cetak. Media yang sering digunakan dalam penerapan teknik adalah menggunakan kayu lapis triplek, metal, harboard, papan kayu, dan akret linoleum. 9. PosterPoster merupakan jenis reklame berupa selembaran kertas yang berisi gambar dan tulisan yang dibuat semenarik mungkin dan ditempatkan dengan cara ditempel di tempat-tempat umum yang strategis. 10. FotografiFotografi adalah ragam segi grafis yang pembuatannya melalui proses pemotretan dengan kamera, pencucian film, dan pencetakan gambar foto. 11. GravitiGraviti merupakan coretan pada dinding seng, beton atau kayu dengan menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, kalimat, atau simbol tertentu menggunakan cat semprot. 12. KaligrafiKaligrafi merupakan seni menulis indah dengan cara menggayakan huruf dan tulisan dengan teknik tertentu sehingga terlihat juga Apa Pengertian Karya Seni Rupa Tiga Dimensi dan Jenis-Jenisnya Mengenal Ragam Jenis dan Nilai Estetis Karya Seni Rupa Dua Dimensi Mengenal Media Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi Kertas dan Kanvas - Pendidikan Kontributor Nurul AzizahPenulis Nurul AzizahEditor Maria Ulfa
gambar reproduksi karya seni rupa dua dimensi